Saturday, January 30, 2010

Langkah-langkah Memperoleh beasiswa (2)


(Artikel di bawah aslinya berbahasa Inggris dengan judul "Things to Prepare Before Applying for a Scholarship". Muncul di beberapa blog yang berkaitan dengan tips memperoleh beasiswa. Terima kasih ke pemilik blog yang tetap mencantumkan nama saya. Sekarang saya tulis kembali di sini dalam Bahasa Indonesia).

Sebelumnya dalam Langkah-langkah Memperoleh Beasiswa (1), sudah dikemukakan bahwa di antara hal yang perlu anda persiapkan dengan baik adalah Ijazah dan Transkrip Akademik dan Proposal Penelitian. Di bawah ini dikemukakan lanjutannya
 

3. Surat dari calon pembimbing di universitas yang anda tuju

Sebaiknya anda segera mendowload application form dari universitas yang ingin and tuju untuk belajar. Isi application form tersebut dengan baik dan kirimkan kembali ke universitas tersebut (biasanya ke bagian Internasional Office). Universitas yang bersangkutan akan merespon dengan mengeluarkan surat penerimaan bagi anda untuk belajar di universitas tersebut pada jurusan atau school yang menjadi pilihan anda. Ini adalah penerimaan dari universitas untuk belajar dan biasanya bersifat conditional menunggu anda telah memperoleh sumber biaya dalam bentuk beasiswa.

Di website universitas yang anda kunjungi tersebut, anda bisa mencari nama professor yang kira-kira bisa anda hubungi untuk menanyakan kesediaan mereka menjadi calon pembimbing anda nanti. Meskipun anda telah mendapat acceptance letter dari universitasnya, mereka tidak bisa berbuat apa-apa kalau tidak ada orang yang sesuai dengan bidang studi anda yang bersedia untuk menjadi pembimbing. Oleh karena itu, langkah mencari calon pembimbing ini menjadi sangat menentukan kesuksesan anda. Jadi anda bisa mencatat email professor yang anda inginkan kemudian hubungi nanti untuk menanyakan kesediaan mereka. Biasanya mereka akan memberi respon terhadap permintaan anda. Sibuk atau tidak sibuk, respon akan tetap diberikan. Kalau misalnya mereka sibuk dan sedang overloaded dengan mahasiswa bimbingan, biasanya mereka memberi saran untuk menghubungi orang lain atau koleganya yang kira-kira bisa menjadi calon pembimbing anda. Kalau anda tidak mendapat respon seperti ini, anda pun tetap bisa bisa memohon agar dihubungkan dengan professor lain yang kira-kira bisa membimbing anda.

4. Keluarga

Urusan keluarga menjadi hal yang penting, terutama jika anda sudah menikah. Anda harus ingat bahwa tidak semua skim beasiswa mendukung keluarga, artinya memberi dukungan finansial kepada keluarga yang ikut dengan kita. Oleh karena itu, anda harus benar-benar paham apakah keluarga ditanggung atau tidak. Jika ditanggung, apakah semua biaya yang berhubungan dengan keluarga (transpor ke tempat tujuan, biaya hidup, visa, asuransi kesehatan, pendidikan anak) ditanggung atau hanya sebagian. Jika pun tidak ditanggung sama sekali dan anda tetap mau membawa keluarga, maka anda harus menghitung apakah beasiswa yang akan anda terima cukup untuk itu?

Jika pasangan anda sedang bekerja di Indonesia sebagai pegawai negeri sipil, bagaimana jika mereka ingin ikut dengan anda? Kasus seperti ini bermacam-macam kejadiannya, mulai dari meminta cuti di luar tanggungan negara dan mendapat ijin tugas belajar juga. Akan lebih baik jika anda mendapat peluang untuk mengurus agar keluarga tersebut mendapat status ijin belajar juga dari instansinya sehingga resiko kehilangan pekerjaan pasangan ketika kembali nanti menjadi tidak mengganggu.

5. Kesehatan

Masalah kesehatan adalah hal yang tidak bisa diabaikan dalam upaya mencari beasiswa belajar di luar negeri. Semua skim beasiswa umumnya menerapkan sistem persyaratan kesehatan yang ketat dari pemerintah negaranya masing-masing. Mereka tidak mau mengambil resiko dengan mengundang orang yang terganggu kesehatannya untuk belajar di negara mereka. Di samping akan mengganggu tujuan utama untuk belajar, mereka juga bisa menghadapi tuntutan dari keluarga penerima beasiswa tersebut.

Yang ingin saya katakan adalah sebaiknya menjaga kesehatan dengan baik jika ingin belajarke luar negeri dengan beasiswa. Anda harus ingat bahwa anda akan menghadapi tantangan cuaca dan lingkungan yang lebih keras dari yang ada di negara kita. Cuaca di musim dingin, misalnya , sangat membutuhkan daya tahan tubuh yang baik. Di samping itu, anda sendiri tentu tidak ingin bahwa anda menghadapi masalah kesehatan selama periode studi anda.

Beberapa jenis gangguan kesehatan bisa mendapatkan biaya pengobatan dari skim beasiswa yang anda terima. Tetapi gangguan mata dan gigi biasanya tidak termasuk yang ditanggung karena sangat mahal biayanya di sana. Oleh karena itu, secara khusus anda harus memperhatikan ini. Jika misalnya kacamatanya sudah tua dan butuh penggantian, lebih baik anda lakukan di sini. Demikian pula dengan masalah gigi, sebaiknya anda melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dan pengobatan atau perbaikan jika memang diperlukan.

6. Surat Izin Mengemudi (SIM)

Adalah bagus bila anda bisa mengemudi kendaraan roda empat, apalagi kalau anda membawa keluarga (istri dan anak). Mobilitas dengan menggunakan kendaraan roda empat lebih baik untuk keluarga. Anda misalnya bisa membawa mereka libur ke tempat atau kota lain dari tempat atau kota di mana anda belajar.

Anda perlu periksa apakan SIM Indonesia anda bisa dipakai di sana? Jika ya, maka anda harus pastikan bahwa anda mendapatkan SIM di sini. Proses memperoleh SIM di luar negeri biasanya lebih ketat daripada di negara kita dan memerlukan komitmen waktu yang banyak. Anda tentu tidak tersita waktunya dengan urusan mendapatkan SIM.

Membuat lensa pertama

Untuk membuat lens (lensa) pertama pada Squidoo atau mengedit lensa yang sudah ada, anda masuk ke bagian yang disebut My Workshop. My Workshop ini terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian kiri dan bagian kanan yang berisi My Workshop Tools, atau alat-alat yang bisa anda pakai dalam membuat atau mengedit sebuah lensa.

Bagian sebelah kiri berisi modul-modul yang anda pilih untuk digunakan dalam lensa tersebut. Secara default, Squidoo akan memberikan beberapa modul, yaitu Text Module (modul untuk menampilkan teks), Guestbook yaitu modul bagi pengunjung untuk memberikan komentar pada lensa yang sudah anda terbitkan, Amazon yaitu modul yang secara khusus akan menampilkan beberapa produk dari Amazon yang berhubungan dengan topik atau judul lensa anda, dan sebagainya. Setiap modul tersebut mempunyai bagian Edit untuk melakukan pengeditan terhadap modul yang bersangkutan dan tanda X untuk menghapus atau tidak menampilkan modul tersebut pada lensa.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini.

Modul di atas adalah Text Module (untuk membuat teks), tetapi masih kosong artinya belum ada isinya.  Dikatakan di situ 'This module is empty. Please click edit to start adding content to it!'. Anda harus mengklik edit yang ada di sebelah kanan atas untuk mengisi modul tersebut.

Setelah anda mengklik Edit maka akan muncul tampilan yang meminta anda mengisi modul tersebut. Tampilannya adalah sebagai berikut:



Anda perhatikan bahwa untuk Text Module, anda bisa mengisikan judul modul, subjudulnya, dan isi modul tersebut. Anda juga diharapkan memberikan foto atau gambar ke modul tersebut. Modul-modul yang lain akan berbeda permintaanya dengan di atas tetapi semua modul akan selalu meminta judul dan subjudul. Setelah anda selesai mengisinya, klik Save dan kemudian anda akan kembali ke halaman My Workshop. Untuk menerbitkan lensa tersebut makan anda harus mengklik Publish yang ada di sudut kanan atas pada My Workshop anda. Untuk lensa yang baru dibuat, hasilnya tidak akan muncul seketika. Anda harus menunggu beberapa saat, tapi tidak lama untuk melihat tampilan lensa yang telah dipublikasikan.

Saya hampir lupa bahwa di sebelah kanan ada My Worskhop Tools. Di situ anda bisa melihat apa-apa saja yang bisa anda lakukan dengan lensa anda, termasuk menambah modul-modul baru.

Sejarah Squidoo

Pendiri Squidoo adalah Seth Godin, sekitar 3 tahun yang lalu, tepatnya pada bulan Maret 2006. Seth Godin terkenal dengan kepalanya yang selalu botak plontos. Ia seorang internet marketer dan penulis beberapa buku yang menjadi bestsellers. Untuk Squidoo, ia menggunakan istilah "Everybody's expert (about something)" sebagai jargon untuk Squidoo. Kira-kira berarti setiap orang adalah ahli untuk sesuatu hal tertentu. Ah, kenapa terjemahan selalu lebih panjang!
Pengembangan Squidoo dimulai pada tahun 2005. Pada bulan Oktober tahun tersebut, versi beta Squidoo diluncurkan. Langsung mendapatkan respon yang baik. Seketika banyak orang yang mendaftar menjadi lensmaster untuk uji coba. Hingga sekarang, telah jutaan orang yang menjadi lensmaster dan mendapatkan penghasilan tambahan di Squidoo.

Di samping Seth Godin, beberapa orang juga ikut terlibat dalam launching Squidoo, yaitu Megan Casey, editor dari buku-buku yang ditulis Seth Godin, Heath Row, Corey Brown, dan Gil Hildebrand, Jr.

Cara buat akun Squidoo

Untuk bisa membuat sebuah atau beberapa lensa di Squidoo, anda harus mendaftar terlebih dahulu. Gratis! Dan juga caranya gampang dan cepat.
  • Klik kanan di sini untuk membuka window baru dan membawa anda ke bagian awal Sign up. Ini akan membawa anda ke halaman membuat lensa baru dengan tampilan seperti bawah ini. Anda bisa mengklik gambar-gambar di bawah ini untuk melihatnya dalam ukuran besar (sebaiknya klik kanan saja untuk melihatnya di window lain agar tidak bolak balik).

  •  Ini memberitahukan jumlah pendaftar Squidoo saat ini. Centang Not yet - this is my first lens dan klik Get Started!
  • Windows tersebut akan melebar ke bawah meminta alamat email anda dan password. Masukkan email anda dan password anda. Centang Remember Me dan klik Get Started sekali lagi.
  • Squidoo akan menampilkan tampilan berikutnya seperti di bawah ini. Ini menanyakan judul atau topik lensa yang akan anda buat. Masukkan topik atau judul lensa yang anda akan buat di kotak yang disediakan, lalu klik Continue.

  • Lalu muncul tampilan berikutnya yang merupakan Step 2: What's your goal for your page? seperti di bawah ini. Di situ ada beberapa pilihan. Silakan pilih salah satunya dan klik Continue
    • I want to get the word out about... maksudnya adalah anda hanya ingin menulis atau cerita tentang topik anda di lensa tersebut.
    • I'm gonna sell ...... stuff and earn $$, for me or for charity - Ini adalah jika anda ingin menjual sesuatu dalam lensa itu dan mendapatkan uang untuk diri anda sendiri atau untuk sumbangan atau keduanya.
    • I want to make favorite things about ...... - Ini anda hanya akan membuat daftar favorit anda tentang topic lensa tersebut.
    • I just want to do my own things - Anda hanya ingin melakukan apa yang anda ingin lakukan.

  • Muncul halaman berikutnya...Isinya adalah
    • Judul yang sudah anda masukkan
    • alamat url lensa tersebut (bisa sama dengan judul anda). Tidak boleh ada spasi!
    • Category - di situ ada beberapa pilihan untuk kategori
    • Berikutnya sifat lensa itu - G adalah general (untuk umum) artinya tidak berisi hal-hal yang hanya untuk orang berumur 13 tahun ke atas

  •  Berikutnya muncul tampilan pilihan tag untuk tampilan tersebut seperti di bawah ini. Masukkan 3 lagi kata-kata yang berhubungan dengan judul lensa anda di kotak yang disediakan. Tapi ini optional.

  • Setelah itu klik Build My Lens maka muncul tampilan di bawah ini. Ini menanyakan ke mana sumbangan anda akan dikirim (jika anda telah memperolehnya). Pilih salah satu:
    • Donate to the Squidoo Charity Fund - menyumbang ke dana sumbangan Squidoo
    • Donate to a specific charity - Masukkan jika ada
    • I just want cash - anda inginkan uang itu untuk anda sendiri
    • A combo of cash and charity - bagi-bagi, untuk anda dan sumbangan

  • Setelah itu klik Continue maka muncul tampilan di bawah ini. Masukkan semua data yang diperlukan termasuk alama email dan password. Jangan lupa mencentang Yes, I accept the Term of Service!.
  • Klick Build my Lens dan periksa email anda untuk melakukan verifikasi akun anda. 

Apa itu Squidoo?

Pernah dengar tentang Squidoo? Salah satu di antara model penerbitan online yang ada sekarang ini. Squidoo mengalami perkembangan yang pesat dan setiap hari banyak sekali orang yang mendaftar sebagai pengguna baru. Mungkin anda juga tertarik untuk mencoba? Ok, sebelumnya kita lihat dulu apa sih itu Squidoo.

Seperti yang saya katakan tadi, Squidoo adalah salah satu platform penerbitan online di era Web 2.0 ini. Squidoo punya cara yang agak berbeda dengan yang lain, misalnya Blogger atau lainnya. Keunikan Squidoo adalah bahwa sebuah topik yang diterbitkan ditempatkan dalam satu halaman saja, dan itu disebut dengan Lens. Lens artinya lensa. Lens membidik sebuah topik dan menerbitkannya dalam sebuah halaman. Beda kan dengan Blogger, di mana posting yang dibuat muncul menurut tanggal postingannya dan masuk ke dalam kategori atau tag atau label yang kita berikan. Pada Squidoo, dalam sebuah lens, hal-hal atau informasi yang ada di dalamnya saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Yang bagusnya adalah, penulis bisa langsung melakukan monetizing lensanya karena semua dilakukan secara otomatis oleh Squidoo sehingga terasa sangat mudah.

Juga, menurut beberapa orang Squidoo sangat disukai oleh Google sehingga lensa-lensa yang dibuat sangat mudah terindeks oleh Google. Artinya jika anda memuat sebuah lensa dengan kata kunci yang tepat maka lensa tersebut akan mudah diketemukan oleh orang melalui Google. Bagi netter yang tidak terlalu paham SEO (saya termasuk), hal ini akan sangat memudahkan dan menguntungkan.

Kalau dalam dunia blog, pemilik blog disebut blogger maka di Squidoo pemilik lensa disebut dengan Lensmaster Seorang lensmaster bisa membuat beberapa buah lensa. Lensmaster yang sudah terkenal di Squidoo bahkan mempunyai lensa hingga ratusan jumlahnya. Tentu dengan topik masing-masing. Bisa berhubungan, bisa juga tidak. Topik-topik itu, maksud saya.

Dalam sebuah lensa, terdapat Modules atau modul. Banyak sekali modul yang disediakan oleh Squidoo, misalnya modul text, modul eBay, modul Amazon, modul Guest book, dsb., dsb. Pokoknya banyak. Tinggal pilih yang mana mau ditampilkan dalam sebuah lensa dan mana yang tidak.

Kelemahan Squidoo (mungkin) bagi orang Indoneseia, adalah karena memakai Bahasa Inggris. Sekali lagi mungkin, lho ya. Mungkin banyak yang alergi begitu pertama melihat Squidoo. Tetapi kayaknya bukan juga ya. Soalnya banyak juga kan orang Indonesia yang bahkan menulis dalam Bahasa Inggris pun selancar menulis Bahasa Indonesia. Tapi, memang lensa berbahasa Indonesia di Squidoo sepertinya masih kurang.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More