Wednesday, February 03, 2010

Menghitung peluang menang beasiswa

Ketika banyak orang menginginkan sesuatu yang terbatas, maka pasti tidak semua orang bisa mendapatkan apa yang diinginkannya itu. Sebagian orang berhasil, tetapi sebagian lagi harus gagal. Hukumnya seperti itu and we have to accept that. Ini adalah tentang peluang. Dan bila anda berada dalam suasana ini, anda bisa menghitung seberapa besar kemungkinan bagi anda untuk masuk ke dalam golongan mereka yang berhasil?

Dalam upaya mencari beasiswa untuk sekolah keluar negeri, kita tentu bicara tentang peluang. Banyak orang yang ingin mendapatkan beasiswa sementara jumlah jatah yang tersedia jauh lebih sedikit. Sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu, skim beasiswa ADS mempunyai jumlah pelamar dari seluruh Indonesia sebanyak 3.000 orang. Jumlah yang dipanggil adalah 600 orang. Artinya apa? Untuk setiap 5 pelamar, terdapat seorang yang akan berhasil dipanggil untuk ikut wawancara. Lebih gamblang lagi, jika anda berada dalam suasana itu maka anda harus 'menyingkirkan' 4 orang rekan anda sesama pelamar agar anda bisa berhasil dipanggil mengikuti wawancara. Anda harus harus lebih unggul dari ke 4 orang tersebut, atau yang terbaik di antara mereka. Lalu berapa peluang anda untuk akhirnya diterima?

Apa artinya itu? Well, kelihatannya sederhana saja tetapi maknanya mungkin tidak sesederhana itu. Dengan memiliki pengetahuan tentang peluang seperti ini anda bisa mendapatkan gambaran tentang tingkat keberhasilan anda diterima atau lulus dalam satu skim beasiswa tertentu. Anda juga bisa membandingkan antara satu skim beasiswa dengan beasiswa lainnya, dan mungkin akan menjadi bahan pertimbangan bagi anda untuk lebih fokus dan lebih mempersiapkan diri untuk satu skim beasiswa tertentu dibandingkan dengan skim lainnya.

Logikanya, skim beasiswa yang banyak peminatnya dan karena itu memiliki tingkat kompetisi yang tinggi, biasanya mempunyai keunggulan-keunggulan dibandingkan dengan yang lainnya. Lalu anda harus jujur dengan diri sendiri apakah akan mempersiapkan diri untuk beasiswa lain yang lebih rendah tingkat kompetisinya, atau anda punya semangat dan percaya diri yang tinggi untuk bersaing pada skim beasiswa yang sangat kompetitif. Tentu anda sendiri yang lebih tahu.

Jadi, sebelum anda melamar beasiswa, ada baiknya melihat-lihat data statistik tentang pelamar dan jumlah jatah masing-masing skim beasiswa yang anda incar. Masuk ke situs resmi mereka masing-masing dan temukan data tersebut untuk kemudian anda analisis. Ini adalah bagian dari persiapan anda untuk menjadi pemenang beasiswa. Jika anda serius...

Mencari calon pembimbing

Mencari calon pembimbing merupakan proses yang sangat penting dalam usaha anda mendapatkan beasiswa belajar ke luar negeri. Kalau anda sudah punya calon pembimbing, pihak pemberi beasiswa akan memberikan nilai plus untuk hal itu. Itu menunjukkan bahwa anda betul-betul ingin belajar ke luar negeri dan patut dipertimbangkan untuk diberi beasiswa. Anda memang serius dengan upaya anda. Itu yang terpenting. Pihak pemberi beasiswa menginginkan orang-orang seperti anda, yang telah bisa mengambil inisiatif sendiri untuk mencari calon pembimbing. Anda perlu ingat bahwa mencari calon pembimbing adalah proses kompetitif. Jika sudah mempunyai calon pembimbing, itu menunjukkan bahwa anda sudah selangkah lebih maju dibandingkan dengan pelamar lainnya yang belum punya.

Lalu bagaimana caranya mencari calon pembimbing?

Pertama, lihat sekelilng anda apakah ada orang yang sudah pernah ke luar negeri sekolah melalui beasiswa? Mungkin ada orang di kantor anda tempat anda bekerja sekarang. Atau teman sekolah dulu meskipun dia tidak sekantor dengan anda. Anda bisa manfaatkan mereka, terutama jika mereka satu bidang ilmu dengan anda dan mereka sekolah di negara yang anda incar atau menjadi negera target penerima beasiswa. Tetapi meskipun mereka tidak sama latar belakang pendidikannya dengan anda, anda masih tetap bisa memperoleh masukan dari mereka. Anda bisa tanya tentang apa yang dulu mereka lakukan atau bagaimana mereka memperoleh calon pembimbing pada saat mereka juga sedang berjuang seperti anda sekarang.

Jika orang-orang tersebut punya latar belakang pendidikan yang sama dengan anda, anda bisa langsung diskusi tentang pembimbing dia di universitas tempatnya belajar. Apakah pembimbing dia itu masih aktif atau sudah pensiun? Apakah masih di universitas yang sama atau sudah pindah ke tempat atau universitas lain? Tentu anda akan meminta alamat email professor tersebut supaya anda bisa langsung bekomunikasi dengannya.

Upaya lain yang bisa anda lakukan adalah mencari sendiri melalui web universitas yang menjadi sasaran anda. Jika anda tidak punya bayangan sama sekali tentang orang yang anda cari, tidak menjadi masalah. Anda masuk saja ke web universitas yang bersangkutan dan cari fakultas atau school atau department atau section yang kira-kira sesuai dengan bidang atau latar belakang pendidikan anda. Kemudian di situ anda usahakan mencari staff atau researchers atau academics. Pokoknya cari supaya anda bisa mendapat alamat email orang-orang yang menjadi staf di situ yang mempunyai keahlian sesuai dengan bidang anda. Di situ, anda pun bisa melihat topik-topik penelitian yang menjadi interest orang yang bersangkutan atau penelitian-penelitian yang telah dilakukannya. Adakah topik-topik penelitian tersebut sesuai dengan bidang anda atau kira-kira menyerupai dengan bidang yang akan anda ambil?

Cara lainnya adalah melalui paper atau artikel ilmiah dalam sebuah jurnal ilmiah. Untuk mencari artikel ilmiah yang dipublikasi dalam majalah ilmiah internasional, anda bisa masuk ke berbagai layanan database jurnal online semisal Pubmed, Current Cotents, Agricola, dan sebagainya. Banyak sekali fasilitas seperti ini. Di situ anda bisa melakukan searching database. Masukkan kata-kata kunci bidang yang akan anda ambil akan layana tersebut akan memberikan sejumlah paper yang terkait dengan kata-kata kunci tersebut bersama dengan nama, tempatnya bekerja, dan alamat email penulisnya. Perhatikan nama orang tersebut, apakah dia yang akan menjadi calon pembimbing anda. Jika ya, lanjutkan dengan mengirim email ke orang tersebut. Usahakan mencari informasi ini dengan melihat tahun penerbitan paper yang bersangkutan. Maksud saya, jangan sampai orang yang anda cari itu sudah pindah ke tempat atau universitas lain.

Intinya adalah banyak sekali cara untuk anda mencari calon pembimbing. Jangan berhenti jika anda belum menemukan yang anda inginkan. Coba cari dengan cara lain. Good luck....

Tuesday, February 02, 2010

Langkah-Langkah Memperoleh Beasiswa (1)


Resource terbaik yang bisa anda gunakan dalam upaya mencari sebuah beasiswa adalah orang yang telah berhasil mendapatkan beasiswa tersebut (dan tentunya berhasil dalam studinya). Mereka adalah tempat bertanya terbaik tentang seluk beluk mendapatkan beasiswa. Jadi kalau ada di sekitar anda, cari waktu yang baik untuk bertanya kepada mereka. Kalau anda tidak dekat atau belum pernah kenal dengan mereka, cari cara mendekatinya dan memperkenalkan diri anda. Dalam budaya kita, ini tidak terlalu sulit kan?

Anda bisa bertanya kepada beberapa orang. Ingat bahwa masing-masing orang mungkin punya pengalaman yang berbeda (dan dengan skim beasiswa yang berbeda pula). Bahkan dengan orang yang berada di tempat lain pun dan anda tidak mungkin mengenalnya atau bertemu secara langsung, anda masih bisa mendapatkan informasi penting. Gunakan fasilitas email yang ada untuk menghubungi mereka. Tentu tidak langsung mengajukan pertanyaan, tetapi email anda diawali dengan perkenalan. Pada email berikutnya, anda bisa menyampaikan maksud untuk bertanya. Sekali lagi, kalau mereka bersyukur dan berterima kasih atas apa yang telah mereka peroleh, mereka akan ikhlas untuk berbagi.

Salah satu pertanyaan yang bisa anda ajukan adalah “Langkah-langkah penting apa yang mereka lakukan dulu ketika mempersiapkan diri dalam mencari beasiswa”. Jawabannya tentu berbeda-beda, tetapi anda bisa cross-check dengan beberapa poin penting di bawah ini. Mudah-mudahan berbeda. Dengan demikian anda mendapatkan banyak masukan sehingga memperkaya bekal anda:

1.    Memahami dengan baik bidang studi yang akan diprogramkan

Adalah sangat penting untuk memahami dengan baik tentang program studi yang akan anda programkan dan juga topik penelitian yang akan anda lakukan. Pada saat mengisi application form, anda sudah harus mengambil keputusan tentang jalur akademik yang akan anda pilih, apakah dengan mata kuliah saja, dengan penelitian saja, atau campuran keduanya. Misalnya untuk mengambil program master dalam suatu bidang ilmu dengan jalur mata kuliah, ada baiknya anda mengetahui mata-mata kuliah apa saja yang harus anda ambil nantinya (meskipun ini tidak ditanyakan di application form).  Dengan pula halnya dengan penelitian yang anda usulkan (proposal penelitian), anda diharapkan memahaminya dengan baik.
Bukan tidak mungkin, reviewer akan bertanya tentang hal-hal tersebut dalam sesi interview nantinya. Kalau anda tidak bisa menjelaskan kepada reviewer saat anda ditanya, kemungkinan besar hal itu akan memberi impressi negatif kepada reviewer.

2.    Pastikan bahwa anda memenuhi syarat

Setiap skim beasiswa mempunyai persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh calon penerima beasiswa. Persyaratan-persyaratan tersebut bisa sama dan bisa juga berbeda antara satu skim dengan skim beasiswa lainnya. Masalah umur atau kemampuan bahasa, misalnya, bisa berbeda-beda permintaannya antara satu dengan yang lain. Anda harus benar-benar yakin bahwa anda memenuhi kriteria yang ditentukan. Jika tidak, sebaiknya mungkin anda mencari skim beasiswa lain yang mampu anda penuhi persyaratannya. Setiap skim telah memberikan persyaratan-persyaratan tersebut secara gamblang dan jelas, dan mereka tidak mengharapkan yang lain selain dari apa yang telah mereka tentukan.

Bersambung ...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More